detektifspionase.com
Kamis, 30 April 2026 - 18:30 WIB

Usai Penggusuran, Pedagang Pasar Tanjung Bajure Keluhkan Dugaan Pungli Berkedok Uang Jaga

Detektif Spionase | 30 April 2026 - 12:03 WIB
Usai Penggusuran, Pedagang Pasar Tanjung Bajure Keluhkan Dugaan Pungli Berkedok Uang Jaga

SUNGAI PENUH detektifspionase.com – Polemik di Pasar Tanjung Bajure kembali mencuat setelah sebelumnya dilakukan penggusuran terhadap para pedagang. Kini, para pedagang mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) dengan modus penarikan uang “jaga” atau keamanan yang dinilai memberatkan.

Salah satu pedagang, Dodi, mengungkapkan bahwa setiap lapak dikenakan biaya Rp3.000 per hari. Dengan jumlah sekitar 450 lapak, total pungutan yang terkumpul mencapai Rp1.350.000 per hari atau diperkirakan sekitar Rp40 juta per bulan.

Menurutnya, praktik tersebut diduga telah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan tanpa pengawasan yang jelas. Pedagang pun merasa terbebani, apalagi setelah menghadapi dampak dari penggusuran yang sebelumnya terjadi di pasar tersebut.

“Setelah digusur, kami berharap kondisi jadi lebih baik. Tapi justru sekarang muncul lagi beban baru dari pungutan yang tidak jelas dasar aturannya,” keluhnya.

Dodi juga menyoroti peran pihak terkait yang dinilai belum mengambil langkah tegas terhadap dugaan praktik tersebut. Ia berharap ada transparansi dan regulasi resmi agar tidak merugikan pedagang kecil.

Para pedagang meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh, segera turun tangan untuk menertibkan persoalan ini. Mereka berharap adanya solusi yang adil, termasuk jika memang diperlukan biaya keamanan, harus diatur secara resmi, transparan, dan tidak memberatkan.

“Kalau memang ada biaya, buat aturan yang jelas dan wajar. Jangan sampai pedagang kecil terus jadi korban,” tegasnya. (***)


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.