DS - Polemik banjir tahunan di Desa Lubuk Suli dan Desa Baru Kubang, Kecamatan Depati Tujuh, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga mempertanyakan perhatian Bupati Kerinci, Monadi, terhadap dua wilayah yang disebut sebagai kawasan langganan banjir paling parah di Kabupaten Kerinci.
Menurut warga, setiap musim hujan tiba, aliran Sungai Batang Merao kerap meluap hingga menggenangi rumah-rumah masyarakat. Bahkan, banjir di kawasan tersebut dinilai jauh lebih parah dibanding beberapa daerah lain di Kerinci.
Namun yang menjadi sorotan masyarakat bukan hanya soal banjir yang terus berulang, melainkan minimnya kehadiran dan perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi warga di lokasi tersebut.
“Sudah berulang kali banjir terjadi, tetapi kami merasa belum pernah ada perhatian serius. Kami berharap pemerintah hadir dan melihat langsung penderitaan masyarakat,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat di sepanjang aliran Sungai Batang Merao.
Warga juga menyoroti adanya perbedaan respons pemerintah daerah terhadap wilayah terdampak banjir lainnya. Mereka menilai di beberapa lokasi lain, penanganan pemerintah terlihat lebih cepat, mulai dari kunjungan kepala daerah hingga penurunan alat berat ke lokasi bencana.
Hal inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah penanganan pemerintah sudah benar-benar merata atau masih ada kesan pilih kasih terhadap wilayah tertentu.
Masyarakat menegaskan bahwa seorang pemimpin daerah seharusnya menjadi milik seluruh masyarakat tanpa membedakan wilayah maupun latar belakang pilihan politik.
“Kalau sudah menjadi bupati, semua masyarakat adalah warganya. Pemimpin harus profesional dan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujar warga lainnya.
Selain meminta perhatian langsung dari pemerintah daerah, warga Lubuk Suli dan Desa Baru Kubang juga mendesak agar Pemkab Kerinci segera merealisasikan pembangunan tanggul penahan air seperti yang telah dibangun di beberapa desa lain. Menurut mereka, pembangunan tanggul menjadi solusi penting agar air sungai tidak terus meluap ke permukiman warga setiap hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kini masyarakat berharap Bupati Kerinci dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan sekaligus memberikan solusi nyata agar persoalan banjir tahunan yang selama ini menghantui warga tidak terus berulang tanpa penanganan serius. Edi H