detektifspionase.com
Jumat, 08 Mei 2026 - 17:30 WIB

Dunia Pers dan Aktivis Jambi Berduka, Bung Idris Tutup Usia

Detektif Spionase | 08 Mei 2026 - 08:17 WIB
Dunia Pers dan Aktivis Jambi Berduka, Bung Idris Tutup Usia

Jambi detektifspionase.com — Kabar duka menyelimuti kalangan aktivis dan insan pers di Provinsi Jambi. Seorang pegiat sosial sekaligus jurnalis, Muhammad Idris Siregar atau yang akrab disapa Bung Idris, meninggal dunia di Rumah Sakit Kambang, Kamis malam (7/5/2026).

Kepergian Bung Idris bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi dunia aktivisme dan jurnalistik di Jambi. Sosok yang dikenal vokal, kritis, dan dekat dengan berbagai kalangan itu menghembuskan napas terakhir setelah beberapa waktu menjalani perawatan.

Jenazah almarhum kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Danau Buluh (Tanjung Gedang), Kabupaten Muaro Bungo untuk disemayamkan dan dimakamkan.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah sahabat dan teman kita Muhammad Idris Siregar (Bung Idris),” demikian pesan duka yang beredar di sejumlah grup WhatsApp kalangan pers dan aktivis di Jambi.

Di mata rekan-rekannya, Bung Idris bukan sekadar aktivis biasa. Ia dikenal sebagai sosok yang tumbuh dari jalanan perjuangan, terbiasa menyuarakan keresahan masyarakat kecil, dan berani berdiri di garis depan saat kebijakan pemerintah dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Nama Bung Idris cukup dikenal dalam dinamika gerakan sosial di Kota Jambi beberapa tahun silam. Pada masa kepemimpinan Wali Kota Syarif Fasha, ia kerap hadir dalam berbagai aksi demonstrasi di Kantor Wali Kota maupun gedung DPRD Kota Jambi.

Bagi Bung Idris, kritik bukan sekadar slogan. Ia aktif menyuarakan isu-isu sosial, pembangunan, hingga kebijakan publik yang dianggap merugikan masyarakat kecil. Rekan-rekan seperjuangannya mengenang almarhum sebagai pribadi yang tegas dalam sikap, namun tetap menjunjung tinggi nilai pertemanan dan kemanusiaan.

Seiring perjalanan waktu, Bung Idris mulai meninggalkan dunia aksi jalanan dan memilih jalur lain untuk tetap menyuarakan aspirasi masyarakat melalui media massa. Sekitar empat tahun terakhir, ia aktif menggeluti dunia jurnalistik dengan mendirikan media siber ZonaBerita.

Perubahan itu menjadi bukti bahwa perjuangan Bung Idris tidak pernah berhenti. Dari pengeras suara di atas mobil komando, ia berpindah ke ruang redaksi dan menjadikan tulisan sebagai alat perjuangan.

Selain dikenal sebagai aktivis dan jurnalis, Bung Idris juga beberapa kali terlibat dalam kerja-kerja media politik. Ia pernah menjadi influencer sekaligus tim media untuk Ivan Wirata. Almarhum juga sempat bergabung dalam tim media pemenangan Maulana pada kontestasi Pilkada Kota Jambi.

Pada Pilkada Gubernur Jambi 2024, Bung Idris kembali dipercaya menjadi bagian dari tim media pemenangan Al Haris.

Meski pernah berada di lingkaran politik praktis, sejumlah kolega menyebut Bung Idris tetap mempertahankan karakter kritisnya. Ia dikenal mudah bergaul dengan berbagai kelompok, mulai dari aktivis mahasiswa, wartawan, politisi hingga masyarakat biasa.

Di lingkungan pers, Bung Idris dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan membantu sesama jurnalis. Ia disebut sering memberikan dukungan kepada rekan-rekan media, terutama wartawan muda yang baru memasuki dunia jurnalistik.

Kepergian Bung Idris meninggalkan jejak panjang perjalanan seorang aktivis yang memilih tetap bersuara hingga akhir hayatnya, hanya mediumnya yang berubah. Dari jalanan ke ruang redaksi. Dari spanduk aksi ke headline berita.

Selamat jalan Bung Idris. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi duka ini. Dap


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.