KERINCI DETEKTIF SPIONASE – Kesabaran warga terhadap kondisi Jalan Lubuk Suli–Kubang, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, tampaknya mulai mencapai batas. Ruas jalan yang telah lama mengalami kerusakan kini bahkan “disulap” menjadi kebun pisang oleh sejumlah pemuda sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan infrastruktur.
Aksi menanam batang pisang di tengah badan jalan tersebut dilakukan sebagai simbol kekecewaan masyarakat. Lubang menganga dan genangan air di sejumlah titik membuat kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama ketika hujan. Kondisi kerusakan ini juga telah menjadi sorotan publik sejak beberapa tahun terakhir.
Yang menjadi pertanyaan masyarakat, ruas jalan tersebut bukanlah jalan yang sepi dari aktivitas pejabat. Jalan di kawasan Lubuk Suli–Kubang merupakan akses masyarakat sekaligus jalur yang dilalui berbagai pihak, termasuk anggota DPRD dan pejabat pemerintah daerah.
Karena itu, aksi tanam pisang tersebut seolah menjadi “pesan terbuka” dari masyarakat kepada para pengambil kebijakan: kalau jalan belum juga diperbaiki, warga akhirnya punya cara sendiri untuk menandai lubang-lubang tersebut.
Sorotan pun mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci di bawah kepemimpinan Bupati Monadi, serta anggota DPRD Kerinci, khususnya wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat.
Masyarakat mempertanyakan, mengapa kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama belum juga mendapatkan penanganan yang benar-benar tuntas. Sebelumnya, warga juga telah meminta anggota DPRD Dapil 3 Kerinci memperjuangkan perbaikan jalan tersebut.
Jangan sampai warga merasa baru diperhatikan ketika jalan sudah viral.
Bupati sebagai kepala daerah diharapkan tidak melihat pembangunan berdasarkan kedekatan wilayah maupun banyak atau sedikitnya dukungan masyarakat. Setelah seseorang dipercaya menjadi pemimpin daerah, seluruh masyarakat Kerinci merupakan tanggung jawab pemerintah tanpa membedakan siapa dan dari daerah mana.
Demikian pula anggota DPRD. Jalan rusak bukan hanya persoalan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan dan perjuangan aspirasi masyarakat yang diwakili.
Menariknya, Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas PUPR disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk penanganan Jalan Lubuk Suli–Kubang pada 2026. Warga kini menunggu agar rencana tersebut benar-benar diwujudkan di lapangan, bukan berhenti sebatas penganggaran.
Aksi tanam pisang tersebut akhirnya menjadi sindiran sederhana namun kuat: jalan yang seharusnya menjadi akses transportasi, jangan sampai lebih cepat menjadi kebun pisang dan kolam daripada menjadi jalan yang layak dilalui.
Masyarakat berharap Bupati Kerinci, DPRD dan dinas terkait turun langsung melihat kondisi jalan tersebut serta memastikan penanganannya dilakukan secara serius, transparan dan berkualitas.
Sebab bagi warga, yang dibutuhkan bukan janji, melainkan jalan yang benar-benar bisa dilalui dengan aman.