Jambi detektifspionase com - Rombongan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan pengecekan kesiapan seleksi penerimaan taruna Akpol tahun anggaran 2026 yang dilakukan oleh panitia daerah ke Polda Jambi, Sabtu (25/4/2026), di Kampus Universitas Dinamika Bangsa (UNAMA), kawanan Kotabaru, Jambi.
Adapun mata uji tahapan kedua ini adalah test psikologi dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dimana peserta menjawab soal yang tersedia di komputer dan hasil penilaiannya langsung tertera pada komputer tersebut.
Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya upaya kecurangan yang dilakukan oleh peserta maupun pihak lain yang dapat menguntungkan peserta.
Selain menggunakan sistem CAT, proses seleksi juga diawasi oleh pengawas internal dan eksternal yang berasal dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jambi serta PSHK-ODA UNJA.
Kepada media, rombongan Kompolnas yang dipimpin oleh Dr. Supardi Hamid, M.Si mengatakan bahwa kedatangan pihaknya ke Jambi adakah untuk memastikan agar proses seleksi anggota Polri berjalan lancar, bersih dan transparan.
"Kedatangan kami hanya ingin memastikan agar proses seleksi penerimaan anggota Polri berjalan lancar, bersih dan transparan," ujarnya.
Lebih lanjut Supardi mengatakan bahwa tujuan utama Kompolnas adalah ingin menghasilkan anggota Polri yang berasal dari rekruitmen yang benar agar outputnya lebih berkualitas," tegasnya.
Pernyataan Supardi tersebut menjawab banyaknya pelanggaran etik yang dilakukan oleh personil Polri setelah mereka lolos menjadi polisi.
Sebelumnya, Kompolnas juga melakukan pengecekan pemeriksaan kesehatan terhadap peserta seleksi Bintara Polri yang berlokasi di Asrama Haji, Kita Jambi, Kamis (23/4/2026).
Tim Kompolnas secara langsung menyaksikan jalannya seleksi rikes tahap awal, termasuk sistem pemeriksaan kesehatan yang diterapkan kepada para calon siswa (casis).
Dari hasil peninjauan, proses seleksi dinyatakan berjalan lancar tanpa ditemukan adanya kejanggalan terhadap software computer yang digunakan. (Jai)