detektifspionase.com
Jumat, 03 April 2026

INI JALAN ATAU KUBANGAN? WARGA KUBANG–LUBUK SULI TERUS “DITINGGAL JANJI”

Detektif Spionase | 03 April 2026 - 14:58 WIB
INI JALAN ATAU KUBANGAN? WARGA KUBANG–LUBUK SULI TERUS “DITINGGAL JANJI”

 

Kubang – Lubuk Suli, Kerinci detektifspionase.com

Sepintas, jalan di Desa Kubang menuju Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci ini lebih pantas disebut kubangan kerbau daripada jalan umum.

Saat hujan turun, badan jalan berubah bak kolam pemancingan. Air menggenang, lumpur menguasai, dan kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. Bagi pengendara roda dua, sensasinya bukan lagi berkendara di jalan desa, melainkan seperti menjajal lintasan motor cross atau touring ekstrem.

Ironisnya, kondisi ini bukan hal baru. Jalan tersebut sudah lama rusak, bahkan sejak sebelum para calon legislatif dan calon bupati datang membawa janji-janji manis saat kampanye.

Seolah menjadi “jalur wajib” saat mencari suara, jalan ini ramai dilalui para pejabat dan calon pemimpin. Namun setelah duduk di kursi kekuasaan, kondisi jalan justru tetap dibiarkan tanpa perubahan berarti.

Muncul sindiran di tengah masyarakat:

Apakah ini tanda bahwa pemimpin daerah hobi touring, sehingga jalan umum pun dibiarkan seperti jalur off-road?

Janji tinggal janji.

Yang terpilih bahkan hingga dua periode, namun perbaikan jalan tak kunjung terealisasi. Padahal, akses ini merupakan urat nadi masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Lebih miris lagi, jalan yang “tepat di pelupuk mata” para pejabat saja seakan tak terlihat, apalagi yang jauh dari pusat kota.

Kini pertanyaannya sederhana:

Sampai kapan masyarakat harus bertahan dengan kondisi ini? Dan mengapa masih saja percaya pada janji yang berulang kali tak ditepati?

Ini bukan sekadar cerita jalan rusak.

Ini adalah potret klasik—kisah lama yang terus berulang: sebelum menjabat penuh janji, setelah menjabat penuh lupa.


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.