detektifspionase.com
Kamis, 09 Juli 2026 - 20:02 WIB

Dr Iwan Hermawan Bekali Pelatih Jambi Teknik Daya Tahan Menuju PON 2028

Detektif Spionase | 09 Juli 2026 - 18:39 WIB
Dr Iwan Hermawan Bekali Pelatih Jambi Teknik Daya Tahan Menuju PON 2028

JAMBI detektifspionase.com – Narasumber penataran pelatih dan asisten pelatih KONI Provinsi Jambi, Dr. Iwan Hermawan, M.Pd., CSC.ITK, membekali para pelatih dari 54 cabang olahraga (cabor) dengan materi teknik daya tahan dan sistem energi atlet sebagai bekal meningkatkan prestasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Dalam penataran yang digelar KONI Provinsi Jambi, Kamis, Dr. Iwan menegaskan bahwa pencapaian prestasi maksimal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi juga program latihan yang tepat dalam membangun daya tahan dan sistem energi atlet.

Menurutnya, pelatih perlu menyusun program kontinum energi yang mampu meningkatkan kemampuan atlet menghasilkan kerja maksimal sekaligus mempertahankan daya tahan selama bertanding.

Ia menjelaskan, terdapat tiga pilar utama sistem energi yang harus dikembangkan, yaitu fosfagen (anaerobic alactic), glikolitik (anaerobic lactic), dan oksidatif (aerobic). Ketiga sistem tersebut menjadi dasar dalam penyusunan program latihan sesuai karakteristik masing-masing cabang olahraga.

Selain itu, Dr. Iwan memaparkan pentingnya kalibrasi diagnostik untuk mengukur maximal aerobic speed (MAS) melalui tes berlari selama lima menit atau 300 detik dengan kecepatan yang konsisten.

Dalam latihan aerobik, lanjutnya, terdapat enam zona latihan. Zona 1 hingga 3 dilakukan secara berkelanjutan dengan durasi sekitar 20 menit untuk membangun kapasitas dasar. Zona 4 berfokus pada kecepatan di ambang akumulasi laktat, zona 5 bertujuan memaksimalkan kapasitas aerobik melalui latihan lapangan, sedangkan zona 6 merupakan latihan supra maksimal untuk mendorong performa mesin aerobik atlet.

Ia juga menjelaskan metodologi latihan aerobik yang mencakup peningkatan kapasitas dan volume latihan, interval intensitas tinggi, hingga paradigma latihan anaerobik yang menitikberatkan pada daya tahan ledak tanpa bergantung pada pasokan oksigen.

"Latihan anaerobik dapat memicu adaptasi neurologis dan otot tanpa bergantung pada pasokan oksigen, sehingga menghasilkan power yang besar, namun juga menyebabkan akumulasi kelelahan yang sangat tinggi," ujar Dr. Iwan.

Lebih lanjut, ia mengelompokkan penerapan program latihan sesuai karakter cabang olahraga. Kelompok endurance diterapkan pada atletik dan renang, kelompok power pada angkat besi dan lari sprint 100 meter, kelompok power dan intermittent pada sepak bola, bola basket, serta cabang olahraga bela diri. Sementara cabang olahraga yang mengutamakan konsentrasi dan presisi seperti panahan, menembak, dan e-sport memerlukan pendekatan latihan yang berbeda.

Dr. Iwan berharap seluruh pelatih mampu menerapkan materi yang diperoleh dalam menyusun program latihan atlet di daerah masing-masing sehingga pembinaan olahraga di Jambi semakin terarah dan mampu melahirkan prestasi pada PON 2028.

"Hal-hal tersebut perlu menjadi perhatian para pelatih di Jambi agar atlet-atletnya mampu tampil maksimal dan meraih prestasi pada PON 2028," pungkas dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu. ***


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.