JAMBI Detektif Spionase – Kasus kebakaran kapal tanker MT Nurhasanah Lima di Perairan Teluk Majelis, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi, masih dalam penyelidikan Ditpolairud Polda Jambi.
Penyidik hingga kini masih mendalami penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Sebanyak tujuh saksi telah diperiksa untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum hingga terjadinya kebakaran.
Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol Dhovan Oktavianton mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung.
“Sementara masih dalam proses lidik. Untuk jumlah saksi yang sudah kita periksa ada tujuh saksi,” ujar Kombes Dhovan saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, MT Nurhasanah Lima terbakar saat sedang berlabuh jangkar di Perairan Teluk Majelis. Informasi awal menyebutkan, ledakan terjadi di bagian kamar mesin ketika sejumlah kru sedang melakukan pekerjaan atau perbaikan mesin.
Ledakan tersebut kemudian memicu kebakaran pada kapal.
Dari total 16 orang kru, sebanyak lima orang mengalami luka bakar, sedangkan 11 kru lainnya dilaporkan selamat. Para korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Saat kejadian, kapal dalam kondisi kosong dan disebut sedang menunggu proses pemuatan kondensat di Dermaga Samudra Muara Sabak. Kapal dinakhodai Aryanus Patangloan dengan tujuan Ambang Luar.
Polisi hingga kini belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kebakaran. Penyidik masih mengumpulkan keterangan para saksi serta mendalami kondisi kapal dan lokasi kejadian.
Penanganan perkara juga melibatkan personel Sat Polairud Polres Tanjab Timur, Marnit Kampung Laut, Ditpolairud Polda Jambi serta KSOP Muara Sabak.
Dengan tujuh saksi yang telah diperiksa, penyidik masih mengembangkan informasi untuk mendapatkan gambaran secara utuh mengenai peristiwa ledakan dan kebakaran tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran MT Nurhasanah Lima belum dapat disimpulkan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta dan rangkaian kejadian yang sebenarnya.